Finansial Teknologi Investasi Cerdas Bagi Millenial - Pojok Literasi Medan


Event Pojok Literasi Medan
Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Direktorat Jendral Informasi dan Komunikasi Publik Kementrian Komunikasi dan Informatika mengadakan event Pojok Literasi dengan tema ‘Financial Technology yang ramah bagi Millenial’ pada Kamis, 21 Maret 2019 jam 14.00 WIB di Potret Café Resto Medan Jl. K.H. wahid Hasyim No.90, Babura, Medan Baru, Kota Medan Sumatera Utara. Dalam event kali ini menghadirkan 4 Narasumber hebat yaitu :
1.       Rosarita Niken Widyastuti (Sekretaris Jenderal Kementrian Komunikasi dan Informatika RI)
2.       Septriana Tangkary (Direktur IKPM Kemenkominfo)
3.       Sondang Martha Samosir (Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan, OJK)
4.       Melvin Mumpuni CFP (Founder dan CEO Finansialku)
Dengan moderator keren yaitu kakak Wardah Fajri (Founder - Head of Community & Partnership BCC).
            Pojok Literasi adalah program dari Kominfo yang pertama kali diselenggarakan di Kota Medan dan akan menyusul kota kota lainnya di Indonesia. Para peserta yang hadir terdiri dari blogger dan mahasiswa dari seluruh penjuru kota medan dan sekitarnya. Tepat jam 14.00 WIB acara pun dimulai dengan pembukaan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk rasa cinta kita kepada Tanah Air dan dilanjutkan dengan berdo’a untuk memulai acaranya. Para peserta sangat antusias sebelum mulainya acara sudah berkumpul untuk melakukan registrasi dan tandatangan pojok literasi di tempat yang sudah di sediakan oleh panitia.

Pengenalan Pemateri


            Ibu Septriana Tangkary (Direktur IKPM Kemenkominfo) menjelaskan pada zaman ini di era Indutri 4.0 banyak sekali penyebaran Hoax yang merajalela. Pembuat Hoax hanya sekali saja menyebarkan berita itu, namun orang orang yang menyebarkannya malah berkali kali bahkan sampai media social, kurangnya minat membaca orang Indonesia membuat Hoax mudah sekali menyebar di Negara ini. Indonesia menempati peringkat 60 dari 61 negara di dunia dalam hal minat membaca, 85% orang mempunyai ponsel dan bisa hidup tanpa ponsel paling lama 7 menit sedangkan mengakses internet mencapai 8-11 jam perharinya. Oleh karena itu orang bijak malakukan saring sebelum sharing.
                Dampak positif internet sangat besar mulai dari kita bisa berkomunikasi dengan cepat, bisa melihat berita saat itu juga, bisa terhubung dengan dunia luar bagitu mudahnya sehingga mampu mengembangkan para UKM di negera kita. Disamping itu internet juga memiliki ancaman diantaranya : HOAX, RADIKALISME, PENIPUAN, PORNOGRAFI, PERUDUNGAN (BULLYING), PROSTITUSI, SINIS, SARA, UJARAN KEBENCIAN DLL.

Wardah Fajri sebagai Moderator

           
Saat mulai acara kakak Wardah Fajri mengenalkan ketiga narasumber pada hari itu dan mempersilahkan narasumber kedua yaitu Ibu
Rosarita Niken Widyastuti sebagai Sekretaris Jenderal Kementrian Komunikasi dan Informatika RI berikut pemaparan dari Ibu Niken.
Pemerintah sebagai regulator dan juga fasilitator untuk pertumbuhan ekonomi digital, banyak pembangunan infrastruktur seperti Tol Darat, Tol Laut, Tol Langit dan juga infrastruktur Internet yang sudah 100% untuk wilayah Indonesia bagian barat, 100% untuk wilayah Indonesia bagian tengah, dan 90% untuk wilayah Indonesia bagian timur untuk mendukung kemudahan dan perkembangan dalam Industri 4.0 dengan harapan UKM akan semakin berkembang menjadi UKM Go Digital di setiap daerah di Indonesia secara menyeluruh.
Pemerintah sebagai Acselerator dengan cara memberikan bimbingan dalam UKM Go Digital kepada masyarakat melalui kunjungan ke pasar pasar setiap daerah di tiap kota. Target yang dilakukan pemerintah yaitu 8 juta UKM yang akan masuk kedalam market place dan akhirnya malah melebihi dari target yaitu mecapai 9,6 juta UKM sudah masuk dalam Market Place sehingga mereka semua sudah bisa berjualan secara online. Dalam Industri 4.0 mulai banyak mematikan pekerjaan yang biasanya sangat digeluti orang orang, namun dakam industry 4.0 ini juga Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Kerakyatan Tumbuh pesat tidak hanya UKM namun, Petani Go Online dan Nelayan Go Online semakin baik.
Ini akan sangat menguntungkan masyarakat karena dengan cara ini petani bisa menjual harga beras menjadi lebih mahal dan konsumen bisa membeli beras dengan harga lebih murah karena kita sudah berhasil memotong jalannya broker yang menyusahkan masyarakat dan para broker yang mempunyai keuntungan paling besar. Begitu juga permasalahannya dengan nelayan sehingga program Petani Go Online dan Nelayan Go Online menjadi sangat menguntungkan untuk seluruh masyarakat.
Sejak tahun 2015 pemerintah telah memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat pada pelatihan pertama UKM Digital pada tahun itu ada sekitar 40.000 UKM yang mendaftarkan Startup mereka, lalu pada saat diadakan workshop tersisihlah sebagian peserta hingga hanya menjadi 6.000 saja. Masuk materi selanjutnya yaitu pelatihan booth camp tersisihlah sebagian peserta dan hanya tinggal 200 startup saja dan berkat dukungan penuh dari pemerintah dari 200 startup ada 4 startup yang berhasil menjadi startup unicorn pada tahun 2019. Indonesia diprediksi akan menjadi Negara maju ke-5 pada tahun 2020 dengan munculnya startup baru lainnya yang akan mecapai Unicorn dan juga Decacorn.
Pemerintah dan Kominfo membuat program untuk mendaftarkan Starup ke kominfo sangatlah mudah dan gratis serta tiddak perlu izin yang penting daftar aja. Ada sekitar 600.000 tenaga terampil digital. Dan Ibu Niken juga menjelaskan ada 20.000 Beasiswa untuk Gidital Talent yang akan di buka Bulan April mendatang.

Selanjutnya materi yang disampaikan oleh Ibu Sondang Martha Samosir sebagi Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan, OJK berikut pemaparan dari Ibu Sondang.
Fintech merupakan investasi cerdas bagi millenials yaitu layanan keuangan berbasis teknologi informasi yang sangat efektif dan aman pada zaman 4.0. namun tidak semua fintech itu aman, untuk memastikan keamanan fintech tersebut maka kita harus memastikannya di OJK yaitu dengan melihat dari situs OJK ataupun melalui CS OJK di 157.
Sampai saat ini sudah ada 99 Fintech yang terdaftar dan berizin dan akan terus berkembang lebih banyak lagi fintech lainnya. Yang termasuk dalam lindungan IJK yaitu : Bank, Industri Keuangan non-Bank, dan pasar Modal. Setiap pelaku jasa keuangan harus melindungi nasabahnya.
OJK menyusun pengaturan terkait usaha Fintech dan perlindungan konsumennya
1. Peraturan OJK No. 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan
WAJIB dilaksanakan oleh seluruh Pelaku Usaha Jasa Keuangan, termasuk pada layanan Fintech-nya.
2. Peraturan OJK No. 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (Peer-to-peer Lending)
WAJIB dilaksanakan oleh perusahaan yang terdaftar sebagai P2P lending.
3. Peraturan OJK No. 37/POJK.04/2018 tentang Layanan Urun Dana Melalui Penawaran Saham Berbasis Teknologi Informasi (Equity Crowdfunding)
WAJIB dilaksanakan oleh perusahaan yang terdaftar sebagai Layanan Urun Dana (Equity Crowdfunding)

Aspek perlindungan konsumen Fintech Landing
Prinsip Perlindungan Konsumen
POJK LPMUBTI
Transparansi
Pasal 30
Kewajiban menyediakan dan/atau menyampaikan informasi terkini mengenai LPMUBTI yang akurat, jujur, jelas, dan tidak menyesatkan
Perlakuan yang adil
Pasal 34
Kewajiban memperhatikan kesesuaian antara kebutuhan dan kemampuan Pengguna
Keandalan
                        Keamanan Dana
                        Keandalan sistem
Pasal 24

Pasal 28
Kewajiban penggunaan dan penyediaan escrow account dan virtual account
Kewajiban pengelolaan keamanan teknologi informasi
Kerahasiaan data
Pasal 39
Larangan pemberian data dan/atau informasi Pengguna kepada pihak ketiga
Penyelesaian pengaduan dan sengketa
Pasal 40
Kewajiban pelaporan pengaduan Pengguna disertai dengan tindak lanjut penyelesaiannya kepada OJK
Literasi dan Inklusi Keuangan
Pasal 33
Himbauan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan
Perjanjian Baku
Pasal 36
Kewajiban penyusunan perjanjian baku berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan terkait

Jika ingin Investasi silakan pilih Investasi yang Legal dan Logis. Jangan jadi tamak agar tidak rugi.

Selanjutnya adalah pemateri terakhir yaitu Bapak Melvin Mumpuni CFP (Founder dan CEO Finansialku) Waktu yang digunakan Bapak Melvin cukup singkat karena pada hari itu waktu sudah menunjukkan pukul 15:45 jadi lebih kurang hanya 15 menit saja Bapak Melvin berdiri dan menjelaskan materi yang di bawakannya, berikut pemaparan dari Bapak Melvin.
Sebelum menjadi CEO di FInansialku Bapak Melvin adalah seorang blogger yang kemudian mengembangkan websitenya kea rah fintech yaitu finansialku. Pada tahun 2017 finansialku.com mencapai 1 juta kunjungan dan berhasil menembus 2 juta kunjungan pada tahaun 2018 di harapkan akan lebih banyak lagi yang menggunakan aplikasi finansialku.
Finansialku adalah aplikasi perencanaan keuangan untuk kita agar lebih teratur dan bisa memanajemen keuangan sendiri. Aplikasi ini cukup membantu para mahasiswa yang harus mengatur keuangannya sendiri dan bisa pula dimanfaatkan untuk mengelola keuangan untuk bisnis kita.
Fokus finansialku kedepannya yaitu :
1.       Perencanaan keuangan
2.       Literasi Keuangan
3.       Inclusi keuangan

Inilah rangkaian acara Pojok Literasi Medan ‘Financial Technology yang ramah bagi Millenial’. Setelah itu di akhiri dengan foto bersama dan juga makan bersama.

Tanda Tangan Banner Pojek Literasi
Foto Bersama Pojok Literasi Medan





You Might Also Like

1 comments